Archive for the ‘Materi Sejarah’ Category

Posted: August 8, 2014 in Materi Sejarah

Tradisi Masyarakat Masa Pra Aksara dan Masa Aksara

Prinsip Dasar Penelitian Sejarah

Pengaruh_Peradaban_Dunia_di_Indonesia

Negara-kerajaan Hindu – Budha

Memahami prinsip Ilmu Sejarah

Masa Pra-Aksara dan Aksara

kehidupan awal masyarakat Indonesia

Interaksi_tradisi_lokal_Hidu_Budha_dan_Islam_di_Indonesia_

Folklore,mitologi, legenda, Dongeng

asal-usul bangsa Indonesia

asal usul manusia Indonesia

Akulturasi Kebudayaan Indonesia

_HINDU_BUDHA

MATERI KELAS X powerpoint

Posted: August 8, 2014 in Materi Sejarah

Sumber Sejarah ok01. EMPAT LANGKAH PROSES PENELITIAN ILMU SEJARAH

Akulturasi Hindu-Budha

BAB I Konsep Dasar Ilmu Sejarah

BAB II Tradisi Pra Aksara & Aksara

BAB III Prinsip Penelitian Sejarah

Berfikir Sejarah

HISTORIOGRAFI

Islamisasi dan silang budaya di Nusantara

Kehidupan Awal pra aksara

Kehidupan awal kepulauan Indonesia

KEHIDUPAN MANUSIA

Kerajaan Hindu – Budha

Kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera

Kolonialisme – BRAM

Kolonialisme-Imprialisme di Indonesia

Pengertian Sejarah

Perkembangan Masa Praaksara

Power Point Masuknya Hindu-Budha

power point nenek moyang

PPT MANUSIA PURBA

PRESENTASI SEJARAH X

SEJARAH & ILMU PENGETAHUAN

SEJARAH DAN ILMU-ILMU SOSIAL

SLIDE MODUL MANUSIA DAN SEJARAH Pak Adi

Sumber Sejarah ok

Untuk lebih memahami beberapa materi Sejarah, berikut di tayangkan materi hasil donlud.
Sosialisme

Revolusi Perancis

Revolusi Industri

Reformasi gereja

Pengertian Demokrasi

Pan Islamisme

Nasionalisme

Materi Imprialisme dan kolonoalism,e

Kolonialisme

Kerajaan Buleleng

ISLAM DI PAPUA

Imperialisme

Gerakan Renasissance-Humanisme

PETA KONSEP MATERI KELAS X

Posted: August 7, 2014 in Materi Sejarah

untuk membantu pembelajaran kelas X Sejarah Peminatan , dikembangkan melalui refrensi lainnya.

Peta Konsep PRINSIP DASAR ILMU SEJARAH

Peta Konsep PERADABAN KUNO

Peta Konsep PERADABAN INDONESIA DAN DUNIA

Peta Konsep PENELITIAN SEJARAH

Peta Konsep MANUSIA DAN SEJARAH

Peta Konsep KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

Peta Konsep KERAJAAN HINDU – BUDHA

Peta Konsep CORAK KEHIDUPAN DAN HASIL BUDAYA PRAAKSARA

BAHAN AJAR POWERPOINT

Posted: August 7, 2014 in Materi Sejarah

Untuk membantu pembelajaran khususnya kelas X dan XI Peminatan Sejarah, mungkin powerpoint berikut dapat digunakan dan dikembangkan dengan refrensi lainnya.

Revolusi Amerika-Perancis-Rusia

Power Point Masuknya Hindu-Budha

Pengaruh Merkantikisme di Indonesia

pendudukan jepang_

pendudukan jepang di Indonesia

Paham-paham Baru

Nasionalisme Asia Afrika

Masa pendudukan jepang

Kerajaan Hindu – Budha

Islamisasi dan silang budaya di Nusantara

Islam Di Indonesia

Indonesia masa Kolonial

Bahan_ajar_3_Masa Penjelajahan Samudra

Bab 6, Kerajaan Hindu

Bab 5, masuk dan berkembangnya Hindu

Akulturasi Kebudayaan Indonesia

_HINDU_BUDHA

Untuk mempermudah kegiatan pembelajaran, dapat menggunakan  materi ini, klik  !APARTHEID,  KERJASAMA UTARA-SELATAN,  PERANG DINGIN,  PERANG TELUK,  PERGERAKAN NASIONAL,  PERKEMBANGAN EKONOMI MASA PERUBAHAN,  PERKEMBANGAN IPTEK MASA PD II PERKEMBANGAN,  POLUGRI,  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI MENUJU PROSES GLOBALISASI,  PERKEMBANGAN YUGOSLAVIA,  PUNTUHNYA UNI SOVYET,  TEKNOLOGI INDONESIA, bahan ajar 12, UNIFIKASI JERMAN

Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan Kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain,

Di selenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945

Atas nama bangsa Indonesia

Soekarno – Hatta

Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dirumah Laksamana Tadashi Maeda di jalan Imam Bonjol No.1 (sekarang Perpustakaan Nasional, Depdiknas). Naskah proklamasi dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Ahmad Subardjo.

Tulisan tangan naskah teks proklamasi. Inilah konsep teks proklamasi kemerdekaan yang semula ditulis diatas secarik kertas oleh Ir. Soekarno. Coretan-coretan yang terdapat dalam konsep itu menunjukkan banyaknya pertimbangan sebelum tercapainya kata sepakat mengenai kepastian isi dan redaksinya. Penyusunan teks berlangsung hingga dini hari tanggal 17 Agustus 1945.

Perubahan-perubahan

a.    kata “ tempoh” diubah menjadi tempo,

b.    wakil-wakil bangsa Indonesia diubah menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”, dan

c.    tulisan “Djakarta, 17-8-’05“ diubah menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun ‘05.

Dalam perumusan naskah proklamasi itu, Ir. Soekarno membuat konsep dan kemudian disempurnakan dengan pendapat dari Drs. Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo. Saat menjelang Subuh, naskah proklamasi berhasil diselesaikan dan Ir. Soekarno membuka pertemuan dengan para hadirin. Ir. Soekarno menyarankan kepada seluruh yang hadir itu agar menandatangani naskah proklamasi sebagai wakil-wakil bangsa Indonesia. Saran Ir. Soekarno itu diperkuat oleh Drs. Moh. Hatta dengan mengambil contoh pada Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat) yang ditandatangani oleh 13 utusan dari negara-negara bagian. Namun, usul itu ditentang oleh seorang tokoh golongan pemuda yaitu Sukarni. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani naskah proklamasi adalah Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Usul Sukarni itu diterima dengan baik oleh para hadirin.

Setelah mendapat persetujuan, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetik sesuai dengan naskah tulisan tangannya yang telah mengalami perubahan-perubahan yang telah disepakatinya.

PELAKSANAAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 1945

Pada pukul 05.00 waktu Jawa tanggal 17 Agustus 1945, para pemimpin Indonesia dari golongan tua dan golongan muda keluar dari rumah Laksamana Maeda. Mereka pulang ke rumah masing-masing setelah berhasil merumuskan naskah proklamasi. Mereka telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan pada pukul 10.30 waktu Jawa atau pukul 10.00 WIB sekarang. Sebelum pulang Bung Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja di kantor berita dan pers, utamanya B.M. Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia.

Pagi hari itu, rumah Ir. Sukarno dipadati oleh sejumlah massa pemuda yang berbaris dengan tertib. Untuk menjaga keamanan upacara pembacaan proklamasi, dr. Muwardi (Kepala Keamanan Ir. Sukarno) meminta kepada Cudanco Latief Hendraningrat untuk menugaskan anak buahnya berjaga-jaga di sekitar rumah Ir. Sukarno. Sedangkan Wakil Walikota Suwirjo memerintahkan kepada Mr. Wilopo untuk mempersiapkan pengeras suara. Untuk itu Mr. Wilopo dan Nyonopranowo pergi ke rumah Gunawan pemilik toko radio Satria di Jl. Salemba Tengah 24, untuk meminjam mikrofon dan pengeras suara.

Sudiro yang pada waktu itu juga merangkap sebagai sekretaris Ir. Sukarno memerintahkan kepada S. Suhud (Komandan Pengawal Rumah Ir. Sukarno) untuk menyiapkan tiang bendera. Suhud kemudian mencari sebatang bambu di belakang rumah. Bendera yang akan dikibarkan sudah dipersiapkan oleh Nyonya Fatmawati.

Menjelang pukul 10.30 para pemimpin bangsa Indonesia telah berdatangan ke Jalan Pegangsaan Timur. Diantara mereka nampak Mr. A.A. Maramis, Ki Hajar Dewantara, Sam Ratulangi, K.H. Mas Mansur, Mr. Sartono, M. Tabrani, A.G. Pringgodigdo dan sebagainya. Adapun susunan acara yang telah dipersiapkan adalah sebagai berikut:

Pertama, Pembacaan Proklamasi;

Kedua, Pengibaran Bendera Merah Putih;

Ketiga, Sambutan Walikota Suwirjo dan Muwardi.

Lima menit sebelum acara dimulai, Bung Hatta datang dengan berpakaian putih-putih. Setelah semuanya siap, Latief Hendraningrat memberikan aba-aba kepada seluruh barisan pemuda dan mereka pun kemudian berdiri tegak dengan sikap sempurna. Selanjutnya Latif mempersilahkan kepada Ir. Sukarno dan Moh. Hatta. Dengan suara yang mantap Bung Karno mengucapkan pidato pendahuluan singkat yang dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi.

Acara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. S. Suhud mengambil bendera dari atas baki yang telah disediakan dan mengikatkannya pada tali dengan bantuan Cudanco Latif Hendraningrat. Bendera dinaikkan perlahan-lahan. Tanpa dikomando para hadirin spontan menyanyikan Indonesia Raya. Acara selanjutnya adalah sambutan dari Walikota Suwirjo dan dr. Muwardi.

Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting dan patut dikenang sepanjang hayat bagi warga negara indonesia, karena dengan adanya proklamasi kemerdekaan tersebut, maka bangsa Indonesia telah lahir sebagai bangsa dan negara yang merdeka.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mempunyai makna apabila dilihat dari beberapa sudut pandang, berikut adalah Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

 

Apabila dilihat dari sudut hukum

Proklamasi merupakan pernyataan yang berisi keputusan bangsa Indonesia untuk menetapkan tatanan hukum nasional (Indonesia) dan menghapuskan tatanan hukum kolonial.

Apabila dilihat dari sudut politik

Proklamasi merupakan pernyataan bangsa Indonesia yang lepas dari penjajahan dan membentuk Negara Republik Indonesia yang bebas, merdeka, dan berdaulat penuh.

Proklamasi menjadi alat hukum internasional

Untuk menyatakan kepada rakyat dan seluruh dunia, bahwa bangsa Indonesia mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri untuk menggenggam seluruh hak kemerdekaan.

Proklamasi merupakan mercusuar

Yang menunjukkan jalannya sejarah, pemberi inspirasi, dan motivasi dalam perjalanan bangsa Indonesia di semua lapangan di setiap keadaan.

Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan puncak perjuangan rakyat Indonesia dalam mencapai kemerdekaan.

Penyebaran Berita  Proklamasi  1.

Berita proklamasi yang sudah meluas di seluruh Jakarta disebarkan ke seluruh Indonesia. Pagi hari itu juga, teks proklamsi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Berita Domei, Waidan B. Palenewen. Segera ia memerintahkan F. Wuz untuk menyiarkan tiga kali berturut-turut. Baru dua kali F. Wuz menyiarkan berita itu, masuklah orang Jepang ke ruangan radio. Dengan marah-marah orang Jepang itu memerintahkan agar penyiaran berita itu dihentikan. Tetapi Waidan memerintahkan kepada F. Wuz untuk terus menyiarkannya. Bahkan berita itu kemudian diulang setiap setengah jam sampai pukul 16.00 saat siaran radio itu berhenti. Akibatnya, pucuk pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat berita itu. Dan pada hari Senin tanggal 20 Agustus 1945 pemancar itu disegel dan pegawainya dilarang masuk.

Walaupun demikian para tokoh pemuda tidak kehilangan akal. Mereka membuat pemancar baru dengan bantuan beberapa orang tehnisi radio, seperti : Sukarman, Sutamto, Susilahardja dan Suhandar. Sedangkan alat-alat pemancar mereka ambil bagian-demi bagian dari kantor betita Domei, kemudian dibawa ke Jalan Menteng 31. Maka terciptalah pemancar baru di Jalan Menteng 31. Dari sinilah seterusnya berita proklamasi disiarkan.

Selain lewat radio, berita proklamasi juga disiarkan lewat pers dan surat selebaran. Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Upaya Penyebarluasan Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia  ( 2 )

Setelah Proklamasi berita kemerdekaan Indonesia segera menyebar di Jakarta dan selanjutnya disebarkan ke seluruh Indonesia. Penyambutan berita Proklamasi terbukti dengan adanya pelucutan senjata pasukan Jepang, pengambil alihan pucuk pimpinan dan semangat terus berjuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Penyebarluasan berita Proklamasi tersebut dilakukan melalui :

o Radio kantor berita Jepang, Domai yang berhasil dikacaukan. Berita proklamasi tersebut tersiar pada tanggal 17 Agustus 1945 sebanyak tiga kali. Bahkan setiap 30 menit hingga siaran berakhir pukul 16.00 berita tersebut terus diulang. Berita kemerdekaan Indonesia akhirnya dapat tersebar hingga ke luar negeri melalui jaringan Jepang sendiri. Berita kemerdekaan Indonesia tersebut terus tersebar kemana-mana.

o Surat Kabar, surat kabar yang pertama menyebarkan berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Tjahaja di Bandung dan Soeara Asia di Surabaya. Hampir seluruh harian di jwa dalam penerbitan tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia.

o Selebaran yang disebarkan di penjuru kota.

o Spanduk dan Pamflet dipasang ditempat-tempat strategis yang mudah dilihat khalayak ramai.

o Aksi corat-coretan pada tembok-tembok atau bahkan pada gerbong-gerbong kereta api.

o Penyebaran berita dari mulut ke mulut secara beranting, salah satu kelompok yang terkemuka yaitu   kelompok Sukarni yang bermarkas di Jalan Bogor.

o Berita Proklamasi disiarkan ke daerah-daerah melalui utusan daerah yang kebetulan waktu itu mengikuti sidang PPKI dan menyaksikan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, diantaranya

Teuku Moh. Hasan (Sumatra), Sam Ratulangie (Sulawesi), I Gusti Ketut Puja (Sunda Kecil/Nusa Tenggara), Hamidhan (Kalimantan), Latuharhary (Maluku)

o Pengiriman delegasi ke Negara-negara sahabat untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan, misalnya Mr. Pilar dan Mr. A.A Maramis ke India guna mendapat dukungan atas kemerdekaan RI.

Untuk  mempermudah pemahaman materi dapat digunakan  bentuk berikut !

Keadaan dan kebijakan ekonomi awal proklamasi Kembali ke NKRI DAN GANGGUAN KEAMANAN Mempertahankan proklamasi 1 Mempertahankan proklamasi 2 Peristiwa sekitar prklamasi