Keadaan ekonomi dan kebijakan pemerintah awal proklamasi dan masa demokrasi Liberal

Posted: August 13, 2012 in Materi Sejarah

PERKEMBANGAN  EKONOMI AWAL PROKLAMASI

  1. Keadaan Ekonomi awal proklamasi

           Perkembangan ekonomi  buruk dan kacau  yang disebabkan oleh 

  • Inflasi  yang sangat tinggi ( Hifer Inflasi )Peredaran uang  4 miliar, di Jawa 1,6 miliar, diantara penyebabnya  :
  1. mata-uang De Javasche Bank;
  2. mata-uang pemerintah Hindia Belanda;
  3. mata-uang pendudukan Jepang.

     dst nya  !

KEADAAN EKONOMI  MASA DEMOKRASI LIBRAL   ( 1950 – 1959 )

  1. Indonesia menanggung beban utang sesuai KMB, ( utang luar negeri = 1,5 triliun rp, dalam negeri 2,8 triliun rp)
  2. Politik keuangan basih dibuat oleh Belanda
  3. Belanda tidak mewariskan  ahli-ahli ekonomi  untuk mengubah sistem ekonomi kolonial ke nasional
  4. Tidak stabilnya politik, pengheluaran besar, pemasukan kecil.
  5. Ekspor  masih tergantung dari  hasil pertanian
  6. Angka pertumbuhan penduduk tinggi.

USAHA  PERBAIKAN  PEREKONOMIAN

  1. Gunting  Syafrudin , ( Syafrudin Prawiranegara menteri keuangan, 20 Maret 1950 ) 

               Pemotongan nilai uang  ( Sanering ), uang Rp. 2,50  menjadi setengahnya.

       2.   Program Benteng (  Benteng group )

              Perancang  Dr. Sumitro Djojohadikosumo  menteri keuangan kabinet Natsir

              Sistem / kebijakan ekonomi  untuk mengubah struktur ekonomi  kolonial ke sistem ekonomi nasional, dan membangun      ekonomi nasional yang kuat seperti Benteng.  Sehingga pengusaha pribumi  dapat berpartisipasi dalam perekonomian nasional.

              Langkah pemerintah :

  1. –        Memberi bantuan modal
  2. –        Memberi bantuan bimbingan  manajemen
  3. –        Memberi kemudahan

           Hasil 

–        Gagal,  pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan  nonpribumu dalam sistem liberal.

–        Mentalitas pengusaha pribumi cendrung  konsumtif, ingin cepat mendapat keuntungan yang besar, dan ingin meikmati hidup mewah.

   3. Nasionalisasi de Javasche Bank

Untuk  menciptakan kestabilan keuangan, de Javasche Bank diambil alih pengelolaanya oleh pemerintah dan dijadikan bank nasional yaitu : Bank Indonesia  sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.

    4.     Sistem Ekonomi Ali Baba  (  Iskaq Tjokrohadisuryo,menteri keuangan kabinet Ali S I )

Tujuan sama dengan Benteng, membentuk ekonomi nasional.

kerjasama antara pengusaha pribumi  ( Ali ) dengan pengusaha  nonpribumi  ( Baba ),

langkah  :

  1. –        Pengusaha non pribumi berkewajiban memberi pelatihan dan tanggungjawab kepada pengusaha pribumi
  2. –        Menempatkan pengusaha pribumi dalam jabatan staf.
  3. –        Pemerintah  memberi bantuan kredit dan lisensi untuk pengusaha swasta.
  4. –        Memberikan perlindungan agar dapat bersaing dengan  pengusaha asing.

Hasil  : gagal  karena

–        Pengusaha pribumi kurang pengalaman, sehingga dijadikan alat untuk mendapatkan kredit dari pemerintah

–        Yang lain sama dengan  ekonomi benteng.

Bila  anda mau mendapat materi dalam bentuk  PDf 

dan Powerpointnya  silahkan  pilih  !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s