Mempertahankan kedaulatan negara dari disintegrasi bangsa

Posted: August 13, 2012 in Materi Sejarah

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN DISINTEGRASI

A. PEMBRONTAKAN PKI MADIUN

  1. Isi Perjanjian Renville menyebabkan  kabinet  Amir Syarifudin jatuh, digantikan oleh M. Hatta yang melaksanakan Renville. Amir Syarifudin berbalik memusuhi pemerintah dengan menyusun  kekuatan  dalam Front Demokrasi Rakyat ( FDR ) yang menyatukan semua golongan sosialis, menghasut kaum buruh, melaksanakan pemogokan di Delangu 5 Juli 1948
  2. Bergabungnya Muso yang baru kembali dari Moskow , menyusun doktrin baru “ Jalan baru “ menuduh  Hatta bersifat kompromis dengan Belanda.
  3. Puncak agitasi PKI  18 September 1948  adalah mengumumkan  berdirinya “ Sovyet Republik Indonesia “  di Madiun.  Pejabat pemerintah, perwira, pemimpin partai, alim ulama, rakyat yang dianggap musuh  dibunuh dengan kejam.
  4. Sikap pemerintah  adalah mengadakan oprasi meliter pimpinan Kol Gatot Subroto, Kol Sungkono, 30 September 1948, Madiun dapat direbut kembali,  Muso tertembak mati,  Amir Syarifudin ditangkap dan dikenakan hukuman mati.

B. GERAKAN  DI / TII

  1. DI / TII   JAWABARAT.
  • Pimpinan  SM  Kartosuwiryo,  7 Agustus 1949 mendirikan Negara Islam Indonesia ( NII ).
  • Pemerintah melakukan penumpasan dengan operasi meliter “ Pagar Betis “ 4 Juni 1962  SM Kartosuwiryo  tertangkap di Gunung Geber.  Dihukum mati 16 Agustus 1962.

                 2. DI / TII  JAWA TENGAH.  4 Desember  1951  ,

  • pimpinan  Amir Fatah  dengan daerah Brebes, Tegal, Pekalongan, menyatakan bergabung dengan Kartosuwiryo, diangkat  sebagai Komandan pertempuran Jawa Tengah  berpangakt Mayor Jendral Islam Indonesia.
  • Pemerintah melakukan operasi meliter dengan sandi  “Gerakan Benteng Negara” pimpinan  Letkol Sarbini, dan  pimpinan terakhir adalah Letkol Ahmad Yani. Operasi meliter  dilanjutkan dengan sandi Benteng Raider .

            3. DI / TII  KALIMANTAN SELATAN   10 Oktober 1950

  • Pimpinan Ibnu Hajar / Haderi Bin Umar / Angli , eks Letda TNI, melakukan pembrontakan mengaku dibawah Kartosuwiryo. Menyerang pos-pos  keamanan di kaltim,
  • Akhir 1959  berhasil dihancurkan, Ibnu hajar di tangkap.

          4. DI/TII SULAWESI SELATAN  17 Agustus 1951,

  • Pimpinan Kahar Muzakar. Memimpin laskar-laskar rakyat Sulawesi Sulsel ( KGSS ),
  • 30 April 1950 mengirim surat kepada pemerintah  dengan tuntutan agar semua KGSS masuk dalam APRIS  sebagai Brigade Hasanudin.
  • 17 Agustus 1951 bersama anak buahnya melarikan diri  ke hutan dan menyatakan bagian dari NII pimpian Kartosuwiryo.
  • Pemerintah melakukan operasi meliter,  s.d  3 Februari 1965, Kahar Muzakar tertembak mati.

      5. DI / TII  ACEH  21  September 1953.

  • Pimpinan Daud Beureueh  khawatir kehilangan kedudukan  dan kecewa  karena penurunan kedudukan Aceh  dari DI menjadi kekeresidenan  dibawah Sumatra utara
  • Th. 1950.  21 September  1953, Daud B mengeluarkan maklumat  Aceh dibawah NII Kartosuwiryo. 
  • Pemerintah melakulan operasi meliter  dan pendekatan kepada masyarakat.

C.   GERAKAN APRA, ANDI AZIS, RMS, PRRI / Permesta.

  1. Pemberontakan APRA di Bandung. 23 januari 1950
  • APRA dibentuk untuk mendukung Negara Pasundan  pimpinan Westerling. Menolak pembubaran negera Pasundan dan menuntut agar APRA diakui sebagai  tentara Pasundan.
  • 23 januari 1955, APRA melakukan pembunuhan terhadap  anggota TNI yang ditemui
  • Pemerintah  melakukan operasi meliter, 24 April 1950 dapat dihancurkan.
  • Westerling lolos,  Otaknya adalah  Sultan Hamid II merencanakan pembunhan terhadap beberapa pejabat pemerintahan terutama  yang berhubungan dengan keamanan

      2. Pembrontakan Andi Azis, 5 April  1950

  • Letnan , ajudan  wali Negara NIT, 30 maret 1950  dengan 1 kompi diterima menjadi APRIS dan menjadi komandan dengan pangkat Kapten.
  • 5 April 1950  melakukan pembrontakan  menuntuk agar  APRIS bekas KNIL saja yang bertanggungjawab  atas keamanan NIT, menentang masuknya APRIS dari TNI, mempertahankan NIT.
  • Pemerintah mengeluarkan ultimatum agar Andi Azis  datang ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan tindakannya.
  • Pengiriman  ekspedisi meliter dibawah  Mayor Worang , kemudian Alex Kawilarang. Walaupun  Andi Azis  telah menyerah, pembrontakan berlanjut sampai  Agustus 1950.

       3. Pembrontakan  RMS, 25 Mei  1950.

  • 25 April 1950  Dr. Soumukil  memproklamirkan RMS lepas dari RIS dan NIT dengan ibukota  Ambon .
  • Pemerintah mengirim Dr. J Leimena untuk membujuk  Soumukil,  karena gagal, dikirim ekspedisi meliter pimpinan Kolonel Alex Kawilarang .
  • APRIS dapatr merebut Ambon, Letkol Slamet Riyadi gugur. 2 Desember 1963, Dr. Soumukil  tertangkap dan diadili dalam mahkamah  meliter LB, dikenakan hukuman mati.

       4. Pembrontakan PRRI / Permesta. 15 Februari 1958Sumatra Barat

  • Pertentangan antara pemerintah pusat dengan daerah karena masalah otonomi dan keuangan yang tidak seimbang , menyebabkan beberapa daerah  membentuk dewan-dewan seperti Dewan Banteng, Dewan Gajah , Dewan Manguni.
  • 9 Januari 1958  mendakan pertemuan di Sumatra barat  membicarak pemerintahan baru.
  • 10 Februari 1958  Kol Ahmad Husin menyampaikan ultimatum kepada pemerintah pusat :
    • Dalam waktu 5 x 24 jsm  Kabinet Djuanda harus menyerahkan mandat kepada presiden  atau presiden mencabut mandat kabinet Djuanda.
    • Presiden menugaskan Hatta dan SHB IX untuk membentuk zaken kabinet
    • Presiden mengembalikan kedudukannya sebagai  presiden konstitusional.
    • 11 Februari 1958 pemerintah menolak ultimatum tsb dan memecat  tokoh yang terlibat , Komando daerah meliter  Sumatra tengah dibekukan dan langsung dibawah  KASAD. 
    • 15 Februari 1958  Achmad Husein dkk,  memproklamirkan PRRI dengan Syafrudin Prawiranegara  sebagai PM. 17 Feb 1958  Letkol DJ Somba Komando Kodam Sulut-tengah,  mendukung dan membentuk  Gerakan “Perjuangan Semesta” atau Permesta.
    • Operasi meliter  gabungan  semua unsur dengan sandi “operasi Merdeka”  pimpinan Letkol Rukminto Hendraningrat.

D. PERISTIWA G.30.S / PKI

  • Latar belakang.
    • Gagalnya pembrontakan Madiun 1948, bergerak dibawah tanah, th. 1950 ikut dalam kegiatan partai politik.
    • Peranan DN Aidit membangun kembali PKI sehimgga menjadi partai besar.
    • Pelaksanaan  Demokrasi Terpimpin th. 1959 memberi kesempatan lebih luas untuk berkembang yang hanya tersaingi oleh TNI AD.
    • Mampu mempengaruhi semua komponen masyarakat ( seniman, wartawan, guru, mahasiswa, buruh, intelektual bahkan perwira TNI termasuk AD.
    • Kegiatan pengembangan pengaruh.
      • Membentuk biro khusus dibawah Syam Kamaruzaman
      • Menuntut pembentukan angkatan ke 5  ( buruh dan tani yang dipersenjatai )
      • Melakukan sabotase, aksi sepihak dan terror.
      • Aksi fitnah terhadap TNI AD dengan isu “Dewan Jendral
      • Gerakan
        • Gerakan  dimulai  30 September 1965  merebut kekuasaan dari pemerintah RI dipimpin oleh Letkol Untung, komandan batalyon 1 Resimen cakrabirawa.
        • Di Jogjakarta, 30 September  terjadi penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa perwira AD  ( Letkol Sugiyono )
  • 1 Oktober 1965, menculik dan membunuh perwira AD yang dianggap penghalang perebutan kekuasaan ( Dewan Jendral ) , sementara  Menko Hankam /kasab AH. Nasution lolos, putrinya  Ade Irma Suryani  jadi korban.
  • 1 Oktober, Menduduki studio RRI, Telekomunikasi dan pagi hari mengumumkan bahwa G.30S, ditujukan  kepada para perwira AD yang akan merebut kekuasaan.
  • 1 Oktober  pukul 13.00 menyiarkan Dekrit  pembentukan Dewan Revolusi di pusat dan daerah , dan menyatakan kabinet  Dwikora  demisioner. Dewan Revolusi menjadi sumber kekuasaan dalam Negara RI.
  • 1 Oktober  pukul  14.00 diumumkan  susunan Dewan Revolusi  dengan Letkol Untung sebagai  pimpinan , menghapus pangkat jendral, pangkat tertinggi adalah Letkol.
  • Penumpasan
    • Setelah menerima laporan, Pangkostrad  Mayjed Suharto mengambil alih pimpinan AD.  Bertekad menumpas  G.30.S / PKI dengan menggunakan unsur  Kostrad yang ada di Jakarta yaitu RPKAD dan batalyon 328/Para Kujang / Siliwangi.
    • Menetralisir  dan menyadarkan para kesatuan  yang dipengaruhi  dan digunakan  G.30.S / PKI, merebut kembali RRI dan Telkom.
      • Melalui RRI , Mayjend Suharto  menumumkan bahwa :
  • < G.30.S / PKI adalah pembrontakan untuk merebut kekuasaan
  • < enam perwira tinggi  AD telah diculik
  • < presiden Soekarno dalam keadaan aman
  • < rakyat diminta tetap tenang dan waspada.
  • 2 Oktober berhasil menguasan Lanud Halim, 3 Oktober,  ditemukan sumur tempat mengubur para perwira tinggi AD, 5 Oktober  dimakamkan di TMP Kalibata.
  • Reaksi masyarakat
    • Rakyat marah terhadap PKI  dengan demonstrasi menuntuk pembubaran PKI dan ormasnya.
    • Dipelopori oleh KAMI dan KAPPI, tergabung dalam Front Pancasila mengajukan tuntutan “ Tritura “ 
    • Demonstrasi 24 Februari 1966  tewasnya  Arief Rahman Hakim.Tindakan Pmerintah
    • Tuntutan  PKI mempertanggungjawabkan  gerakannya semakin meningkat, keaman  terganggu.
    • Dikeluarkanya  Supersemar dari Sukarno kepada Suharto
    • Pembubaran PKI dan pembekuan  Ormasnya PKI   dengan tap xxv / MPRS / 1966
    • Orang yang dianggap terlibat  ditindak  dan banyak yang dibuang ke pulau Buru tanpa pengadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s