Belajar untuk orang Dewasa

Posted: March 15, 2014 in Materi Kuliah

BELAJAR UNTUK ORANG DEWASA

Karakteristik Orang Dewasa

Proses belajar bagi orang dewasa memerlukan kehadiran orang lain yang mampu berperan sebagai pembimbing belajar bukan cenderung digurui, orang dewasa cenderung ingin belajar bukan berguru. Orang dewasa tumbuh sebagai pribadi dan memiliki kematangan konsep diri, mengalami perubahan psikologis dan ketergantungan yang terjadi pada masa kanak-kanak menjadi kemandirian untuk mengarahkan diri sendiri, sehingga proses pembelajaran orang dewasa harus memperhatikan karakteristik orang dewasa.

Karakteristik orang dewasa menurut Knowles (1986) berbeda asumsinya dibandingkan dengan anak-anak. Asumsi yang dimaksud adalah:
1.Konsep dirinya bergerak dari seorang pribadi yang bergantung ke arah pribadi yang mandiri
2.Manusia mengakumulasi banyak pengalaman yang diperolehnya sehingga menjadi sumber belajar yang berkembang
3.Kesiapan belajar manusia secara meningkat diorientasikan pada tugas perkembangan peranan sosial yang dibawanya.
4.Persfektif waktunya berubah dari suatu pengetahuan yang tertunda penerapannya menjadi penerapan yang segera, orientasi belajarnya dari yang terpusat pada pelajaran beralih menjadi terpusat pada masalah.

Dari asumsi tentang konsep diri tersebut mengandung implikasi mengenai pembelajaran orang dewasa yaitu :
1.Terciptanya suasana belajar yang menyenangkan
2.Terjadinya multi komunikasi
3.Peran serta warga belajar harus diutamakan
4.Pendapat orang dewasa harus dihormati
5.Belajar orang dewasa bersifat unik, subyektif, dan lokalitas
6.Rasa saling mempercayai antara pendidik dan terdidik
7.Orang dewasa mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda
8.Orang dewasa belajar igin mengetahui arti dirinya dalam kelompok belajar
9.Membangkitkan motivasi yang berasal dari dalam dirinya sendiri.
Berpusat pada karakteristik orang dewasa tersebut, maka akan mempengaruhi aspek-aspek pembelajaran orang dewasa antara lain mengenal kurikulum atau materi, metode, media, sumber belajar, dan setting pembelajaran.

Kurikulum dalam kegiatan belajar orang dewasa harus disusun berdasarkan kebutuhan yang terkait dengan pelaksanaan tugas peran sosial mengenai permasalahan kehidupan yang secara kongkrit dihadapi oleh warga belajar, bukan disusun atas dasar urutan logik mata pelajaran.

Materi pembelajaran orang dewasa disusun berdasarkan kebutuhan belajar. Kebutuhan belajar dapat didefinisikan sebagai kesenjangan antara kebutuhan sekarang dengan kebutuhan yang diharapkan. Oleh karena itu sarana untuk menentukan kebutuhan belajar adalah menyusun suatu model belajar orang dewasa dan mengungkap kesenjangan antara kebutuhan sekarang dengan kebutuhan yang diharapkan.
Andragogi adalah proses untuk melibatkan peserta didik dewasa ke dalam suatu struktur pengalaman belajar. Istilah ini awalnya digunakan oleh Alexander Kapp, seorang pendidik dari Jerman, pada tahun 1833, dan kemudian dikembangkan menjadi teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Serikat, Malcolm Knowles (24 April 1913 – 27 November 1997).
Andragogi berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengarahkan orang dewasa dan berbeda dengan istilah yang lebih umum digunakan, yaitu pedagogi yang asal katanya berarti mengarahkan anak-anak.
Teori Knowles tentang andragogi dapat diungkapkan dalam empat postulat sederhana:[1][2]
1.Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).
2.Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).
3.Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).
4.Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya (Orientasi belajar).

Strategi Pembelajaran Orang Dewasa

Pengertian :
Andragogi adalah ilmu untuk membantu bagaimana agar orang dewasa mau
belajar.

Paedagogi adalah ilmu untuk membantu bagaimana orang (anak-anak) mau belajar.

Ciri-ciri :
Andragogi :
1.Bahwa orang dewasa sudah mempunyai konsep diri, yaitu kepribadian yang tidak
bergantung kepada orang lain.
2.Bahwa orang dewasa sudah mempunyai pengalaman yang banyak dan
pengalaman ini dapat menjadi sumber
yang penting.
3.Bahwa orang dewasa sudah mempunyai kesiapan belajar yang diprioritaskan pada
tugas-tugas perkembangan dan peran sosialnya.
4.Bahwa orang dewasa sudah mempunyai prospektif waktu dalam arti ingin
secepatnya mengaplikasikan apa yang ia pelajari.

Pedagogi :
1.Bahwa anak-anak belum mempunyai konsep diri untuk berkembang serta
menggantungkan diri kepada orang lain.
2.Bahwa anak-anak belum mempunyai pengalaman untuk dijadikan sumber belajar.

STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN ORANG DEWASA

Pengertian Strategi Pembelajaran Orang Dewasa
Pembelajaran merupakan suatu proses dimana perilaku diubah, dibentuk atau dikendalikan. Bila istilah pembelajaran digunakan untuk menyatakan suatu fungsi, maka tekanannya diletakan pada aspek-aspek penting tertentu (seperti motivasi) yang diyakini untuk membantu menghasilkan belajar. Jadi arti pembelajaran adalah suatu prubahan yang dapat memberikan hasil jika (orang-orang) berinteraksi dengan informasi (materi,kegiatan, pengalaman). Definisi lain pembelajaran adalah upaya yang direncanakan dan dilaksanakan dengan sengaja untuk memungkinkan terjadinya kegiatan belajar pada diri warga belajar.

Strategi merupakan sarana organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuannya. Strategi pembelajaran adalah sarana atau cara bagaimana agar pembelajaran berlangsung secara efektif sehingga tercapai tujuan belajar yang diinginkan.

Pembelajara orang dewasa adalah pembelajaran untuk memahami orang dewasa dalam belajar dengan kondisi optimum bagi orang dewasa tersebut. Smith (1982) mengungkapkan ada enam mengenai pembelajaran bagi orang dewasa ini, yaitu :
1.Belajar berlangsung sepanjang hayat, hidup berarti belajar, belajar dapat dikehendaki namun dapat juga tanpa dikehendaki. Kita belajar banyak melalui proses sosialisasi, sejak dari pengasuhan keluarga, pengaruh teman sebaya, pekerjaan, permainan, wajib militer dan media masa.
2.Belajar merupakan suatu proses yang bersifat pribadi dan alamiah, tidak seorang pun yang dapat melakukan belajar untuk kita.
3.Belajar mencakup perubahan, sesuatu yang ditambahkan atau dikurangi. Perubahan-perubahan mungkin kecil sekali pada masa dewasa.
4.Belajar dibatasi oleh tingkat perkembangan manusia. Belajar mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perubahan biologis dan fisik dalam kepribadian, nilai peranan dan tugas yang biasanya terjadi sepanjang rentang kehidupan normal.
5.Berkaitan dengan pengalaman dan mengalami, Belajar adalah mengalami, yaitu berinteraksi dengan lingkungan. Belajar adalah melakukan.
6.Belajar mengandung intuitif. Pengetahuan dapat muncul dari kegiatanbelajar itu sendiri. Intuisi dinamankan pengetahuan yang tidak dapat ditemukan.

Metode dan teknik pembelajaran memegang peranan penting dalam menyusun strategi dan pelaksanaan kegiatan belajar membelajarkan . Metode dan teknik pembelajaran orang dewasa akan dibahas tersendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s