UPACARA POTONG GIGI

Posted: February 2, 2015 in Keluarga

Kehidupan seorang manusia keturunan Hindu Bali ( walaupun timgggal diperantauan ) tak pernah lepas dari upacara adat dan keagamaan, sejak ia dilahirkan hingga pada saat tibanya kematian. Berbagai ritual keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Bali, diperuntukan sebagai penyeimbang, baik kehidupan manusia dengan Sang Khalik maupun manusia dengan alam dan kehidupan sesama manusia. Salah satu upacara keagamaan yang masih dijalankan masyarakat Bali adalah tradisi ” POTONG GIGI”. Dalam bahasa lokal, ini disebut dengan Metatah atau Mepandes atau Masangih. Tradisi Mepandes ini digelar saat seorang anak sudah menginjak usia dewasa yaitu pada saat seseorang sudah menstruasi untuk perempuan dan membesarnya suara untuk laki-laki. Upacara ini mengandung pengertian yang dalam bagi kehidupan umat Hindu yaitu :
1. Menghilangkan kotoran diri dalam wujud kala, bhuta, pisaca dan raksasa dalam arti jiwa dan raga diliputi oleh watak “Sad Ripu” sehingga dapat menemukan hakekat manusia yang sejati.
2. Untuk dapat bertemu kembali dengan bapa dan ibu yang telah berwujud suci.
3. Untuk menghindari hukuman didalam neraka nanti yang dijatuhkan oleh Bhatara Yamadipati berupa mengigit pangkal bambu petung.
4. Untuk memenuhi kewajiban orang tua kepada anaknya untuk menjadi manusia yang sejati.
Sedangkan rangkaian Upacara Potong Gigi di Bali yaitu sebagai berikut:
• Setelah sulinggih ngarga tirta, mereresik dan mapiuning di Sangah Surya, maka mereka yang akan mepandes dilukat dengan padudusan madya, setelah itu mereka memuja Hyang raditya untuk memohon keselamatan dalam melaksanakan upacara.
• Potong rambut dan merajah dilaksanakan dengan tujuan mensucikan diri serta menandai adanya peningkatan status sebagai manusia yaitu meningalkan masa anak-anak ke masa remaja.
• Naik ke bale tempat mepandes dengan terlebih dahulu menginjak caru sebagai lambang keharmonisan, mengetukkan linggis tiga kali (Ang,Ung,Mang) sebagai symbol mohon kekuatan kepada Hyang Widhi dan ketiak kiri menjepit caket sebagai symbol kebulatan tekad untuk mewaspadai sad ripu.
• Selama mepandes, air kumur dibuang di sebuah nyuh gading agar tidak menimbulkan keletehan.
• Dilanjutkan dengan mebiakala sebagai sarana penyucian serta menghilangkan mala untuk menyongsong kehidupan masa remaja.
• Mapedamel berasal dari kata “dama” yang artinya bijaksana. Tujuan mapedamel setelah potong gigi adalah agar si anak dalam kehidupan masa remaja dan seterusnya menjadi orang yang bijaksana, yaitu tahap menghadapi suka duka kehidupan, selalu berpegang pada ajaran agama Hindu, mempunyai pandangan luas dan dapat menentukan sikap yang baik, karena dapat memahami apa yang disebut dharma dan apa yang disebut adharma.
• Natab banten, tujuannya memohon anugerah Hyang Widhi agar apa yang menjadi tujuan melaksanakan upacara dapat tercapai.
• Metapak, mengandung makna tanda bahwa kewajiban orang tua terhadap anaknya dimulai sejak berada dalam kandungan ibu sampai menajdi dewasa secara spiritual sudah selesai, makna lainnya adalah ucapan terima kasih si anak kepada orang tuanya karena telah memelihara dengan baik,serta memohon maaf atas kesalahan-kesalahan anak terhadap orang tua, juga mohon doa restu agar selamat dalam menempuh kehidupan di masa datang.
Ritual diatas adalah ritual secara lengkap dan bersifat sacral, sementara bagi remaja Hindu yang tinggal diperantauan akan menyesuaikan dengan lingkungan yang ada ( desa kala patra ) Apalagi tinggal di kota besar seperti Jakarta yang diasanya serba praktis , sehingga acaranya semakin singkat tanpa mengurangi makna filosofisnya.
Pada Lontar Atmaprasangsa menyebutkan bahwa, apabila seseorang tidak melakukan upacara potong gigi maka rohnya akan mendapat hukuman dari betara Yamadipati di dalam neraka (Kawah Candragomuka) yaitu mengigit pangkal bambu petung. Terlaksananya upacara ini merupakan kewajiban orang tua terhadap anaknya, sehingga anaknya menjadi manusia sejati yang disebut dengan Dharmaning Darma-Rena Ring Putra. Maka itulah orang tua di kalangan umat Hindu berusaha semasa hidupnya menunaikan kewajiban terhadap anaknya dengan melaksanakan upacara potong gigi. Guna membalas jasa orang tuanya maka anak berkewajiban melakukan upacara Pitra Yadnya atau Ngaben saat orang tuanya meninggal dunia, sesuai dengan Dharmaning Putra Ring Rama Rena yaitu berbakti kepada orang tuanya sesuai ajaran Putra Sesana.
Bali memiliki banyak berbagai warisan budaya leluhur yang masih tertanam dan melekat erat di tengah masyarakat. Seluruh masyarakatnya bertekad mempertahankan tradisi supaya tidak tergilas atau bergeser karena pengaruh dunia modern. Walaupun zaman sudah berkembang, namun ritual terus dijaga, mereka tetap menjalankan ritual keagamaan dan itu salah satunya upacara potong gigi.
Demikianlah sepintas makna yang terkandung dari rangkaian upacara potong gigi atau mapandes, yang tidak lain guna membimbing umat manusia lebih meningkatkan Śraddhā dan Bhaktinya kepada Sang Hyang Widhi, para dewata dan leluhur.
Bila dilihat dari sisi pembiayaan, Upacara potong gigi dengan segala ritualnya yang melibatkan keluarga besar dan lingkungan terdekat akan memakan biaya relatip besar. Walapun tetap bisa disesuaikan dengan kemampuan. Oleh karena itu dengan kondisi yang ada sekarang tidak sedikit masyarakat melaksanakannya dengan sistem gotong royong atau bergabung, baik yang ada di Bali maupun diluar Bali. Oleh karena itulah WHDI DKI Jakarta, PWSHD Jakarta , SDHD Banjar Jakarta Timur yang ada di Jakarta sebagai organisasi Sosial Kegamaan membantu dan mengkoordinir dengan menyelenggarakan Upacara Potong Gigi / Mapandes massal yang diadakan pada Jumat 23 Januari 2015 di lingkungan Pura Aditya Jaya Rawamangun Jakarta Timur. Peserta tercatat 86 orang ( jumlah terbanyak dari beberapa penyelenggaraan ) Jakarta dan sekitarnya. Pada hari pelaksanaan kebetulan hujan sejak malam hari sampai dengan selesainya kegiatan. Memang kelihatanhya kegiatannya agak terhambat tetapi tetap berlangsung secara khidmat. Secara pribadi dan juga atas nama peserta melalui tulisan ini mengucapkan SUKSME kepada seluruh panitia, semoga Ida Sanghyang Widhi menganugrahkan kesehatan dan rejeki. Sekali lagi SUKSME BANGET !

IMG_20141130_121056

DSCF0582

DSCF0583

DSCF0584

DSCF0587

DSCF0588

DSCF0589

DSCF0592

DSCF0608

DSCF0610

DSCF0612

DSCF0616

DSCF0617

DSCF0618

DSCF0619

DSCF0620

DSCF0621

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s